
Saturday, March 21, 2009
Bab II
seseorang duduk disebelahku, lelaki bertubuh tegap, berbadan sedang, berumur sekitar 40'an, dan sampai sekarang ku tak tahu apakah dia seorang berketurunan india atau melayu, tapi dia seorang muslim. dia mengunjungi sanak saudaranya di Johor dan ingin kembali ke Kuala Lummpur, tempat dimana dia tinggal dan bekerja sekarang. dia seorang yang peramah, kami bertukar fikiran dengan lumayan lama, hingga akhirnya dia menceritakan tentang legenda kisah puteri gunung ledang. kisahnya lumayan menarik. stelah itu dia tertidur dan aku kembali ke alam kebosanan. untuk mengisi waktu, kuambil koran favoritku harian metro miliknya. setelah membaca smua artikel2 yang menarik perhatian ku, ku kembalikan koran tersebut, bosan masih menyelimuti diriku, serta merta ku teringat HP. "knapa ga' sms'an aja". aku sempat kesal karena sinyal ketika itu tidak berapa bagus. namun kucoba. tidak lama aku berbalas sms karena serta merta sinyal hilang. ku matikan HP untuk menghemat batere, masih ada 3 hari lagi. pandangan ku lalu beralih ke TV flat Screen bermerek sony 24" inch. tersiar kartun zaman kecil dulu, Tom N' Jerry..!! kami pun bergelak ketawa selama kurang lebih satu jam.
pesona Putri Gunung Ledang menyambutku sesampainya di stasiun tujuan ku, Segamat nama kotanya. Tidak begitu indah jika dibandingkan dengan Johor Bahru, suasa seperti kota pecinan yang telah mati menyelubungi sekeliling ku. bangunan bangunan kecil menyerupai ruko kuno bergenteng biru terhampar sejauh mata memandang. tanpa membuang waktu kita bergerak kearah terminal bus Segamat. tidak seperti suasana di Terminal bus Larkin, tak ubah seperti suasana kotanya, terminal bus tersebut pun bagaikan telah mati apalagi didukung dengan struktur bangunan disebelahnya yang bagaikan baru di bom oleh pasukan JI. kami beruntung, karena sebuah bus AKDP kosong ada disitu. bus berkapasitas 40 orang itu pun langsung bergerak setelah kami isi dengan 35 orang anggota. perjalanan tidak begitu mengasyikkan, terduduk di sebelah Ida, teman sekolahku, mataku tak henti-henti melihat hamparan luas kebun kelapa sawit, diselingi pandangan2 liar mencari gunung legenda tersebut.
kami turun dipinggir jalan yang membelah kebun kelapa sawit setelah sekitar stenngah jam di bus. kawasan tersebut sangat sunyi, jumlah kendaraan yang lewat bisa dihitung dengan jari jemari tangan. kami duduk sejenak menghilangkan lelah. setelah semua siap, kami pun berdiri kembali. menyebrang jalan dan menuju ke sebuah jalan tanah merah di tengah2 kebun kelapa sawit. kami pun berdo'a dan mengambil langkah melewati pos penjaga. "3km wo lai liao" teriak kawan kun yang disambut teriakan balik "DIAM..!!" oleh salah satu guru pembimbing. berpandukan tiang bertuliskan taman hutan legenda, kami pun menempuh jalan tersebut sedikit demi sedikit. sesekali ada mobil atau motor lewat. kami sempat terhenti di sebuah cabang jalan. ada 2 jalan lurus dan kiri, tiang menunjukan arah lurus, namun ada orang di dalam sebuah mobil Perodua kenari menyarankan kita untuk ke kiri, "lalu kiri lagi senang ncik, kalau ikut tanda banyak pusing sana pusing sini" katanya. kawanku secara spontanitas berkata, "cikgu, jangan dengar dia, itu illusion sahaja, dalam hutan banyak hantu," disambut oleh gelak ketawa kami. jalan seperti dalam tanda kami ikuti. tanda demi tanda menunjukkan arah kami ke destinasi. dalam perjalan, sempat terlihat kelibat gunung sang putri tersebut dan tak dapat kusembunyikan bahwa kelibat tersebut bagaikan menyuntik 10 gram heroin ke dalam tubuhku, semangatku terpompa kembali, tenaga kembali mengalir dalam tubuhku yang telah lelah.
sampai ditempat tujuan setelah berjalan kurang lebih 45 menit. tempatnya memang indah. di latar belakangi oleh aura gunung Ledang yang menjulang tinggal. tempat ini memang HQ untuk para pendaki, tempat ini pun merupakan tempat konservasi gunung tersebut. secara singkatnya, tempat ini adalah "juru kuncinya" gunung ledang. kami duduk di pelataran tempat tersebut sambil menikmati air putih bermerek Dr. Sukida. sekitar satu jam kemudian, segala urusan check'in dan lain2 pun selesai dan kami pun menuju ke area perkemahan dan memasang tenda.
Alpha walked through the seasons at