
Sunday, March 22, 2009
Bab V
Kakiku memang telah sakit sewaktu memulakan pendakian, mungkin efek dari perjalanan 3km kemarin. Pendakian dimulai dengan meniti anak tangga yang dibuat dari semen. Ku tak pasti berapa panjangnya, namun itu sudah cukup melelahkan. Baru sepuluh menit ku berjalan, kami telah menghentikan sejenak perjalanan. Kami beristirahatt sejenak. “ baru sepuluh minit jalan dah letih, masih ade 6 jam lagi tau,” teriak ranger 1 dari depan. Memang pendakian mengambil masa paling cepat 4 jam. Setelah istirahat selama satu dua menit, kammi melanjutkan perjalanan. Anak tangga telah habis pada tahap ini, trek berubah menjadi tanah. Untung memihak kepada kami, hari tidak hujan pada malam sebelumnya, jadi tanah tidak becek.
Sebagai regu terakhir, aku dan phyo ditugaskan untuk berjalan paling akhir. Mengawal teman – teman yang lain dari belakang. Separuh perjalanan ke CP1, salah satu teman perempuan, Tan Li Peng, sudah terlalu penat. Dya terduduk di sebuah longgokan kayu. Sempat kumerasa simpati kepadanya, aku pun terduduk disampingnya bersama phyo, phyo menawarkan air mineral bermerek 7 elevennya, namun ditolak. Ku pandang ke atas, anggota perempuan yang lain ada yang berjalan sendirian, lantas kuambil keputusan untuk meninggalkan Li Peng dengan Phyo di belakang dan mengiringi yang lain ke atas.
Belum sempat sampai ke CP1, 2 lagi anggota telah terduduk. Alai dan entah syapa namanya, mengingat aku yang sudahpun mulai kelelahan, aku pun duduk dengan mereka sejenak. Entah sudah dimana anggota yang lain kami telah tertinggal. Tanpa membuang banyak waktu, aku berdiri sambil diikuti oleh 2 anggota yang terduduk tersebut. Kami pun meneruskan perjalanan itu dengan perlahan – lahan. Tidak lama setelah itu, sekitar 5 menit kemudian kami telah sampai ke CP1. Anggota – anggota dari regu – regu yang lain telah menunggu kami lumayan lama. Kami pun duduk sejenak dan menghilangkan dahaga.
Tidak lama setelah kami sampai, dengan terengah – engah Li Peng dan Phyo pun sampai. Sejenak kami bercerita tentang pengalaman pendakian peringkat awal kami. setelah semua merasa siap, kami pun beranjak dan bergerak ke CP2. Seperti awal saya dan phyo berada paling belakang didepan Ranger 3, Ah lai an Li peng berada paling depan.
Lagi – lagi walaupun mereka diletakkan di barisan depan, setengah perjalanan ke CP2 mereka telah berada di barisan belakang bersama kami. “ aiyoo,, mau pengsan lo.!” Seloroh Ah lai membuat jantungku berdegup lebih kencang. Aku lalu melaung kearah kelompok depan untuk menahan gerakan. Mereka tdk mengendahkan launganku, mereka tetap berjalan seakan tak peduli apa yang terjadi di belakang. Phyo dengan sabar memberi mereka semangat, dan kemudian kami bergerak perlahan.
Sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah tanah merah yang menjadi pijakan kami lalui. Jalan terjal didepan masih menghantui fikiranku, 6 jam sedangkan kami baru bergerak sekitar setengah jam.
Aku sampai di CP2 lebih awal dari Phyo dan Li Peng, namun anggota – anggota yang lain telah sampai jauh lebih awal dariku. Li Peng menyerah pada titik itu, asmanya kambuh, kami tidak mahu mengambil resiko, maka dengan ditemani ranger kangen band, dia turun gunung untuk kembali ke kemah.
keadaan checkpoint tersebut lumayan luas maka kami mengambil keputusan untuk duduk sejenak dan menikmati coklat yang disarankan oleh para ranger. Coklat memang bagaikan sumber energy utama ketika itu, tak heran ada yang membawa sampai lebih dari 5 bar, namun aku tak membawa satu pun dan phyo menawarkan sedikit miliknya. Memang sekali lagi aku bilang, kesetiakawanan sangat bermain ketika itu.
Sekitar 5 menit kami habiskan di tempat tersebut, mengingat target sampai di puncak pada pukul 2 siang. Kami langsung bergerak kearah checkpoint 3 atau CP3. Jalan tidak begitu sulit pada tahap ini, jalan landai naik dan turun mewarnai namun lumayan jauh, satu jam untuk sampai ke CP3. Dalam perjalanan, kami dilewati oleh sekumpulan skuad komando. Aku kagum melihat mereka, keadaanku terengah – engah dengan separuh nafas, namun mereka mendaki dengan cara berlari. Mereka memberi semangat kepada kami, “ jom jom jom..!! ikut kite orang lari, lagi senang dek,” tetapi tidak ku hirauka, “ jalan aja susah, mau lari, ngehek loe bang,” sindirku dalam hati. “ aiyaa, they action only ma, belagak” tambah ka thiam.
Sekitar setengah jam perjalanan kami terhenti, Ah lai, sudah tak mampu. Dia menyerah kalah. Kami sempat berbincang sejenak siapa yang hendak menghantarnya kebawah karena ranger hanya tinggal 2 untuk mengawal 30 lebih orang. Secara mengejutkan dari belakang kami terdengar langkah cepat seseorang. Ranger kangen band..!! aku seakan tak percaya melihatnya. Jalan yang kami tempuh selama lebih sejam dapat dya tempuh dalam hitungan menit, dia baru saja menghantar Li Peng turun ke tempat perkemahan stengah jam yang lalu namun kini dia telah berada di belakangku. Melupakan kekagumanku, kita meneruskan perbincangan dan mengambil keputusan agar Ranger 2 – abang besar – yang menghantar Ah lai kebawah. Maka perjalanan kami teruskan.
Semangatku telah jatuh pada detik itu, mental ku pun telah runtuh melihat 2 teman seperjuangan menghentikan perjuangan mereka. Dengan terhenti – henti dan separuh nafas aku melanjutkan perjalanan. Teman terbaikku dalam camping ini kembali memainkan peranan penting, dia terus memberiku semangat, kadang – kadang dia pun berlari – lari kecil mencoba membakar semangat ku. Kadang kucoba membangkitkan sendiri semangatku dengan ikut berlari – lari kecil, tetapi tak berlangsung lama, skitar sekitar stiap 10 detik ku berlari ku akan berjalan selama satu dua menit baru ku bias berlari 10 detik lagi. Memang sebuah pendakian yang melelahkan.
Kami lagi – lagi sampai terakhir di CP3, waktu itu sekitar pukul 9 pagi. Matahari sampai ke tanah di tempat itu, akhirnya selama perjalanan aku bisa merasakan sentuhan hangat sang mentari. Tak lama waktu kita habiskan pada tempat itu. 2 jam waktu yang diperlukan untuk sampai ke checkpoint seterusnya, CP5. Ya, CP5 karena kita tidak melewati CP4 yang telah diambil alih oleh manajemen Gunung Ledang Resort. Maka kami pun beranjak setelah melakukan ritual wajib.
Jalan menuju CP5 tak banyak berbeda dari jalan ke CP3, jalan landai naik turun masih tetap mewarnai perjalananku. Memang tidak sulit namun melelahkan untuk berjalan tanpa henti selama 2 jam dalam lingkungan hutan. Suara – suara unggas serta serangga hutan beradu kuat dengan suara monyet putih entah apa namanya. Sesekali laba – laba sebesar jari jempol dan sekawanan semut sebesar buku ke-3 kelingking melintas di depanku. Jalan terjal di kedua belah, kiri jurang yang amat dalam dan kanan bukit yang lumayan tinggi. Konsentrasi sangat diperlukan, salah langkah dapat membawa maut, itu perkataan yang disematkan dalam diriku oleh ranger andika.
Semakin tinggi ku naik semakin tipis oksigen yang tersedia. Walaupun pohon – pohon berada di sekeliling ku, namun hokum tersebut dapat kurasakan, nafasku mulai pendek. Sesekali kuambil nafas panjang untuk menghlangkan pening yang bermain didalam kepala. Langkah demi langkah ku ambil, perlahan namun tak pasti. Detik demi detik ku lalui namun entah kapan akan kusampai.
Tak banyak yang terjadi dalam perjalan ke CP5 atau mungkin aku yang tak tahu, karena aku masih berada di belakang. Setelah kurang lebih 2 jam kita pun sampai di CP5. Tempat ini adalah tempat krusial. Karena tempat mengisi ulang air minum hanya ada di sini karena disinilah letaknya sungai yang lumayan besar. Sesampainnya di sana aku langsung berjalan ke sungai tersebut untuk minum, airnya jernih dan bersih. Aku menadah tangan dicelah – celah bebatuan untuk mengumpulkan air di telapak tanganku dan kuminum sekitar dua atau tiga tadahan sebelum membasahi muka serta rambutku untuk menghilangkan pening dan lelah. Sesuatu terjadi ketika aku meninggalkan sungai tersebut, kakiku kram dan aku terjatuh ke dalam sungai. Alhasil sepatu serta sebagian celanaku dibasahi oleh dinginnya air sungai tersebut.
Kramku tidak begitu parah, setelah sedikit stretching aku dapat kembali berdiri dan bejalan keatas, tempat dimana teman – temanku berkumpul. Seakan tak percaya kulihat teman – temanku sedang berfoto – foto ria dengan skuad komando yang mendaki dengan cara berlari tadi. Tak mahu melepaskan kesempatan, aku pun berlari untuk berfoto bersama mereka.setelah cukup mengambil beberapa foto bersama mereka, mereka pun melanjutkan perjalanan dan meninggalkan kami di CP5.
CP5 adalah tempat dimana kita menghabiskan waktu istirahat paling lama, waktu itu sekitar jam 12 siang. Kuambil beberapa paket granula bar dari tas punggungku yang dibawa oleh phyo. Tak kusangka popularitas granula bar sangat tinggi di situ, melihatku memakannya, beberapa teman2ku langsung mengerumuni untuk memintanya.
Setelah puas makan,minum dan beristirahat. Kami semua berkumpul untuk briefing.
“ siapa disini yang tidak membawa torch light.? Siapa disini yang tidak membawa raincoat.? Okay, kita telah lewat dari target. Menurut perkiraan saya, kita akan turun dalam delap, dan hari akan hujan. So, jangan makan banyak – banyak, jangan minum banyak, nanti perut sakit. Okay, siapa sudah penat.? Kalau sudah penat jangan fikir penat dulu, ni baru separuh perjalanan. Kita akan naik sampai CP8. So, get ready, bangun sekarang kerana kita akan masuk ke KFC”
Ya KFC, “KILLER FOR CLIMBER”
Alpha walked through the seasons at
Kicau burung nyaring terdengar di telinga ku mengiringi suasana yang tak ubah seperti malam sebelumnya. namun kali ini udara lebih segar dan angin sejuk berhembus dari arah seberang sungai. Ya Udara pagi di gunung ledang memang segar. Kubangun sekitar pukul 5 pagi bersama ketua regu2 yang lain setelah dibangunkan oleh suara lantang sang soldier boy, Hun Sen. Suasana seakan tak berubah pagi itu, sama seperti malam sebelumnya. Ku merasa seperti baru saja melewati sebuah lorong waktu.
Aku lantas membangunkan phyo sang raja masak. Dengan nada berat dia pun terbangun. Setelah mencuci muka dan lain lain. Kita berdua bergerak ke area masak di’ikuti ka thiam teman seregu ku juga. Semangat memasakku hilang ketika menyadari mencari kayu bakar dan daun kering dalam gelap sangat susah. Namun tetap ku coba mengingat tanggungjawab yang telah diberikan oleh pembimbing.
Dalam kegelapan ku menyuluh lampu senter eveready yang ku beli di Giant Hypermarket 2 hari sebelum berangkat. sesekali rasa takut terselit di dalam hati, aku takut jika sesuatu tersuluh di depanku, rambut panjang dengan jubah putih, hihihi. Namun kuberanikan diri dan ditemani oleh shaun teman seperjuanganku dalam mencari bahan bakar. Kami mencoba menyalakan api, api memang menyala, namun jika telah sampai ke tahap mempertahankan kobarannya..? tak dapat ku gambarkan betapa susahnya.
Setelah satu jam percobaan untuk memasak air yang gagal secara terus menerus, semangat dan tekadku mulai luntur. Ditambah lagi dengan goda’an teman2 dari regu lain yang telah meminum secangkir teh panas, mereka memasaknya menggunakan kompor gas. Akhirnya asa ku pun putus, ku berpura-pura berjalan kearah mereka, dan tanpa disangka dengan baik hatinya mereka menawarkan kepadaku secangkir teh panas, “alfa mari sini, teh banyiak panas, mari minum together,” pelawa mereka, sempat terharu mendengar ajakan mereka, namun memang dalam situasi seperti ini semangat kebersamaan memang meningkat dan keberadaannya sangat penting, sikap egois harus ditinggal jauh – jauh.
Pukul 6.45 hampir semua orang telah bersiap-sedia. Mayoritas orang tidak mandi pagi itu, bukan hanya karena air yang sangat sejuk namun juga karena kami tahu bahwa untuk mendaki gunung badan pasti akan dibasahi peluh, maka tiada gunanya mandi pagi. Setelah semua merasa siap, satu persatu kami bergerak ke HQ untuk deklarasi barang – barang yang dibawa. Penjagaan kebersihan dikawasan gunung tersebut memang ketat, smua barang yang dibawa harus diberitahu dan nanti akan dicek ulang setelah sampai turun gunung. Pagi itu aku hanya membawa sebuah tas punggung kecil untuk menyimpan jas hujan dan makanan makanan kecil yang lain.
15 menit kemudian, deklarasi telah selesai, sejenak kami berdo’a untuk keselamatan bersama. Fajar mulai menyingsing menunjukkan taringnya ketika kami mulai bergerak untuk memulakan pendakian. Seperti yang telah ditetapkan malam sebelumnya, pendakian dibagikan kedalam tiga kelompok dan setiap kelompok akan ditemani oleh satu ranger. reguku termasuk kedalam kelompok ketiga bersama regu Robert, kami pun bergerak terakhir ditemani oleh ranger yang berwajah seperti Andika, vokalis kangen band.
Alpha walked through the seasons at
Saturday, March 21, 2009
BAB III
Lumayan puas aku berendam, satu jam sudah cukup buatku. Setelah mandi sore dan menyiapkan diri untuk malam ini. Aku mulai mencari kayu bakar serta daun –daun kering untuk persediaan makan malam sambil ditemani oleh matahari yang mulai bermain petak-umpet dengan sang rembulan, suara jangkrik yang mulai sahut – menyahut satu persatu, dan hari pun semakin gelap. Untuk menghemat waktu, aku dan phyo temanku lgsg memasak air untuk merebus mi instan, masakan wajib semasa camping. Asap tebal berwarna putih hasil dari pembakaran kayu dan daun2 kering pun mengepul di udara memenuhi ruang udara tapak perkemahan. Memasak dalam suasana begini bukannya mudah, konsentrasi sangat diperlukan untuk mengekalkan api yang telah dinyalakan.
Suasana malam semakin menyusup kedalam diriku, tiada sebarang lampu menerangi tempat tersebut karena pada malam itu kawasan tersebut memang sedang mengalami masalah teknis dengan system listriknya. Kami pun makan bersama – sama dibawah cahaya rembulan yang mencoba untuk menyelit diantara dedaunan pohon pohon hutan.
Selesai makan malam, aku bergerak menuju ruang rapat HQ untuk briefing aktifitas pada hari berikutnya, Mendaki Gunung Ledang..!!
Tidak lama, hanya sekitar setengah jam briefing telah selesai. Aku kembali ke perkemahan. Suasana masih sama seperti sebelumnya. Gelap, ditemani suara – suara serangga serta unggas hutan, dibawah remang cahaya sang rembulan. Namun suasana lumayan hidup malam itu. Secara berkumpulan, teman2 seperjuangan berkumpul dan berbincang. Nyanyian pun berkumandang beradu kuat dengan nyanyian alam.
Satu persatu mereka masuk ke dalam tenda regu masing – masing. Malam semakin sunyi dan nampaknya pemenang kontes menyanyi sudah terjawab, nyanyian alam, ya alam telah menunjukkan kuasanya. Malam lalu berubah sepi dari suara manusia namun kolaborasi alam terus bersuara.
Alpha walked through the seasons at
Bab II
seseorang duduk disebelahku, lelaki bertubuh tegap, berbadan sedang, berumur sekitar 40'an, dan sampai sekarang ku tak tahu apakah dia seorang berketurunan india atau melayu, tapi dia seorang muslim. dia mengunjungi sanak saudaranya di Johor dan ingin kembali ke Kuala Lummpur, tempat dimana dia tinggal dan bekerja sekarang. dia seorang yang peramah, kami bertukar fikiran dengan lumayan lama, hingga akhirnya dia menceritakan tentang legenda kisah puteri gunung ledang. kisahnya lumayan menarik. stelah itu dia tertidur dan aku kembali ke alam kebosanan. untuk mengisi waktu, kuambil koran favoritku harian metro miliknya. setelah membaca smua artikel2 yang menarik perhatian ku, ku kembalikan koran tersebut, bosan masih menyelimuti diriku, serta merta ku teringat HP. "knapa ga' sms'an aja". aku sempat kesal karena sinyal ketika itu tidak berapa bagus. namun kucoba. tidak lama aku berbalas sms karena serta merta sinyal hilang. ku matikan HP untuk menghemat batere, masih ada 3 hari lagi. pandangan ku lalu beralih ke TV flat Screen bermerek sony 24" inch. tersiar kartun zaman kecil dulu, Tom N' Jerry..!! kami pun bergelak ketawa selama kurang lebih satu jam.
pesona Putri Gunung Ledang menyambutku sesampainya di stasiun tujuan ku, Segamat nama kotanya. Tidak begitu indah jika dibandingkan dengan Johor Bahru, suasa seperti kota pecinan yang telah mati menyelubungi sekeliling ku. bangunan bangunan kecil menyerupai ruko kuno bergenteng biru terhampar sejauh mata memandang. tanpa membuang waktu kita bergerak kearah terminal bus Segamat. tidak seperti suasana di Terminal bus Larkin, tak ubah seperti suasana kotanya, terminal bus tersebut pun bagaikan telah mati apalagi didukung dengan struktur bangunan disebelahnya yang bagaikan baru di bom oleh pasukan JI. kami beruntung, karena sebuah bus AKDP kosong ada disitu. bus berkapasitas 40 orang itu pun langsung bergerak setelah kami isi dengan 35 orang anggota. perjalanan tidak begitu mengasyikkan, terduduk di sebelah Ida, teman sekolahku, mataku tak henti-henti melihat hamparan luas kebun kelapa sawit, diselingi pandangan2 liar mencari gunung legenda tersebut.
kami turun dipinggir jalan yang membelah kebun kelapa sawit setelah sekitar stenngah jam di bus. kawasan tersebut sangat sunyi, jumlah kendaraan yang lewat bisa dihitung dengan jari jemari tangan. kami duduk sejenak menghilangkan lelah. setelah semua siap, kami pun berdiri kembali. menyebrang jalan dan menuju ke sebuah jalan tanah merah di tengah2 kebun kelapa sawit. kami pun berdo'a dan mengambil langkah melewati pos penjaga. "3km wo lai liao" teriak kawan kun yang disambut teriakan balik "DIAM..!!" oleh salah satu guru pembimbing. berpandukan tiang bertuliskan taman hutan legenda, kami pun menempuh jalan tersebut sedikit demi sedikit. sesekali ada mobil atau motor lewat. kami sempat terhenti di sebuah cabang jalan. ada 2 jalan lurus dan kiri, tiang menunjukan arah lurus, namun ada orang di dalam sebuah mobil Perodua kenari menyarankan kita untuk ke kiri, "lalu kiri lagi senang ncik, kalau ikut tanda banyak pusing sana pusing sini" katanya. kawanku secara spontanitas berkata, "cikgu, jangan dengar dia, itu illusion sahaja, dalam hutan banyak hantu," disambut oleh gelak ketawa kami. jalan seperti dalam tanda kami ikuti. tanda demi tanda menunjukkan arah kami ke destinasi. dalam perjalan, sempat terlihat kelibat gunung sang putri tersebut dan tak dapat kusembunyikan bahwa kelibat tersebut bagaikan menyuntik 10 gram heroin ke dalam tubuhku, semangatku terpompa kembali, tenaga kembali mengalir dalam tubuhku yang telah lelah.
sampai ditempat tujuan setelah berjalan kurang lebih 45 menit. tempatnya memang indah. di latar belakangi oleh aura gunung Ledang yang menjulang tinggal. tempat ini memang HQ untuk para pendaki, tempat ini pun merupakan tempat konservasi gunung tersebut. secara singkatnya, tempat ini adalah "juru kuncinya" gunung ledang. kami duduk di pelataran tempat tersebut sambil menikmati air putih bermerek Dr. Sukida. sekitar satu jam kemudian, segala urusan check'in dan lain2 pun selesai dan kami pun menuju ke area perkemahan dan memasang tenda.
Alpha walked through the seasons at
Friday, March 20, 2009
jam 6 krg lbi,, disambut sepi yang masih menyelimuti dunia bagian timur..
Sejuk air pagi yang kuterima mentah2 tak mematahkan sebatang urat semangat'ku. setelah mandi singkat slama krg lbi 10 menit, aku menyiapkan diri dan mengecek ulang barang2 d oakcin ku. "semua siap" di'iringi pacu'an semangat kukatakan dalam hati. sekitar stengah jam kemudian, aku melakukan pemanasan sederhana, dikelilingi udara segar pagi hari, hanya sebentar. lantas aku menunggu janji supir taksi yang sudah kuhubungi pada hari sebelumnya. menunggu, tunggu dan tunggu, baru akhirnya aku sadar bahwa aku lah yang sedang ditunggu.. kuhubungi rumah sang pemilik taksi untuk menanyakan keberadaan sang supir, yang ternyata sudah d dpan rumah.. haha..
stelah 15 menit perjalanan, kutiba di depan City Square, tempat nongkrong kawula muda johor bahru yang kbetulan kami jadikan MP, dihadapan Levis Store. " Levis Store, sebelum pukul 7 pagi, syape lambat kene tinggal" laungan itu masih terngiang kental di fikiran ku. sempat ku merasa kesal, karna org yang melaungkan perkataan tsbt datang stengah jam kemudian, yang seharusnya sudah waktu untuk kita menuju stasiun. namun, memandang kan ini dan itu, ya sudah lah.. lalu kami meluru ke arah jam 2 dari tempat awal, tidak sabar kami merasakan pesona armada transportasi kereta api..
Alpha walked through the seasons at
Tuesday, March 17, 2009
yaay..!! camping 2moro..
bru aja slese packing barang2, sumpa tas oakcin gw brat abis.. bner2 b'doa bsok ga' knapa2 neyh, minta doa'nya y readers..
hha,, so here's the camping checklist..
-baju
-celana
-****
-anduk
-sarung
-sleeping bag
-gloves
-alat mandi, mandi sungai cuy.. hhhaaa
-alat masak
-areng
-pisau, pisau gw mantabh abis ( dipinjemin tmen gw..) hha..

- granula bar
- beras
- kentang
- gula
- dll, gw lupa apa lgy.. hhehhe..
so alhasil, jreng jreng..!! hhahha
oakcin penuh barang.. hhehhe..
Alpha walked through the seasons at
Sunday, March 15, 2009
okay.. 1st week kyknya nothing so special just as it is like before. but without ************. hha.. so far, still found no one, or maybe umm.. hha..
well, anyway projek fantastic buy was a great success. antusiasmenya lmyan, walaupun yg mengerumuni hanya anak2 SD secara mayoritas, tapi y okay lah,, bsa melampaui target, hehe.. lier euy.. "http://raven2907.blogspot.com/2009/03/fantastic-sale-d.html" see there,, Pink, borrow u'r blog arh.. hhahha..
then, camping on this wednesday..!! yay,, ga' sabar gw, Mount Ophir Here I Come... just now went to buy the camping bag, haversack isn't.?? i dunno how to spell.. hhe.. t'pranjat seyh, the price range is from 50 to 400+, mean like, bdanya tu jauh banget pdhal tasnya sama.. hhahha.. then bli yg byasa2 aja,, mereknya Oakley cuy.. hha,, Oakcin plg y..?? hha,, smoga aja ga' jebol.. ga' lucu abis kan kalo lgy naik gunung nthen jebol then smua barang2nya rolling k lereng gunung.. hhahha.. haizzz,, ga' sabar.. 2 days 2 go..!!
sooooo... apa lgy..? hmm, oiya.. ada org takut puisinya ksebar loh..!! hhahha, umm.. wan me to write it here..?? haha,, ga' lah, gw masie punya hati koq..
by the way, TGI fridays tonite,, yay.. hha... bye, gotta get ready..!!
Alpha walked through the seasons at
Monday, March 9, 2009

project for this week..!! gosh, fuckin' pening..!! ketua pelaksana euy..
so, info for every SSU students, Fantastic 5 corporation will hold fantastic buy campaign on this friday, 13/3, assembly time.. dun forget to bring money kay, rm 30 cukup sudah, lebih pun tak apa.. haha..
Alpha walked through the seasons at
Well, my first entry..!!
lembaran hidup gw yg baru..!! Zerooo, let's forget the pass n' move on..!!
Hari baru gw disapa oleh dentuman gemuruh gledex n' sambaran demi sambaran petir serta kilat ( lho..?? apa bedanya petir ma kilat..?? ) yang mengiringi rintik deras air hujan yang mencurah dari kumpulan awan2 gelap di ruang udara Johor Bahru, Malaysia..!!
hmm, 2day nothing special's goin on i guess, just ordinary week-end like life, since it is holiday..
so, yeah..!!
note for raven, nah as u ask, i've made a blog,, hehe, but sory, no hantu2 thingy.. Lol..
Alpha walked through the seasons at